• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
Al Azhar Kairo. Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Cahaya Iman

Dimana kita bertemu pasti selalu ada perpisahan, perpisahan yang sangat mengharukan dimana disaat posisi kita sedang bersedih, berharap mereka akan kembali.

 

Hari-hari ini, hari yang di nanti-nanti oleh gw, dimana gw akan memilih jalan untuk masa depan gw, diantara pindah dari pondok atau menetap disana sampai lulus. jam sudah menunjukan pukul 13.00 wib, gw baru bangun dari kelas yang ternyata bukan cuma gw doang yang tidur di kelas itu, ada beberapa adek kelas dan temen gw yang juga masih molor. baru bangun gw langsung keluar dari kelas buang ludah sebentar dan gw ngeliat mobil bokap gw yang ada di parkiran pondok, kaget bukan maen, maen bukan kepalang di dalam benak otak gw, gw kepikiran buat solat dzuhur, lalu gw bergegas untuk turun dari lantai 2 menuju ke tempat wudhu, singkat cerita gw udah solat dzuhur waktunya nyari orang tua gw, akhirnya gw ketemu nyokap, bokap gw lagi nganterin adek gw ke pondok juga jadi gak bias ikut. nyokap gw langsung bilang kek gitu dan bilang lagi kek gini, "adli ustad yazid mana umi mau ngambil SK kamu,," kata nyokap gitu, gw langsung spontan kaget dan agak seneng dikit karena gw keinget temen-temen gw, dan singkat cerita nyokap udah ngobrol ama istri pimpinan pondok, dikarenakan pimpinan pondok sedang berada di arab Saudi, gw pecking k atas dan ketemu temen-temen gw dan mereka shock berat, gw langsung pamitan, sebelumnya mereka nahan gw, gw gk tahan mata gw bergelinangan air mata, karena temen-temen gw flashback dimana kita bersama, makan bareng, di hukum bareng, nyontek bareng dll, gw nangis disitu, tapi mau gimana lagi, orang tua gw dating jauh-jauh dari Jakarta cuman buat ngambil SK gw, ya udah gw langsung pergi setelah omongan temen-temen gw itu, gw gak mau nengok ke belakang, kalau gw nengok ke belakang pasti gw bakal kangen mereka terus-menerus, pada akhirnya gw pulang ke rumah dengan perasaan sedih, setelah nyampe gw sampein ke temen-temen gw untuk terakhir kalinya di sana...

DI MANA ADA PERTEMUAN PASTI ADA SALAM HANGAT AKAN PERPISAHAAN...

THE END...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hidup itu seperti kayu, jika ia kuat maka akan dipakai untuk barang yang berharga, jika lapuk maka akan dimakan oleh rayap, kalian ingin menjadi seperti apa, kayu yang kuat ataukah kayu yang lapuk, sebenarnya hidup ini sederhana, mati syahid atau hidup mulia. diantara jutaan manusia hanya beberapa manusia saja yang sadar bahwa hidup sementara, bukan abadi.

Kebersamaan lah yang akan menguatkan hidup kita, hidup kita yang akan jauh lebih baik daripada hidup seorang diri, islam mengajarkan kita bagaimana ukhwah islamiyah harus ada di dalam diri kita sebagai seorang muslim, yang non muslim saja mempunyai kebersamaan, apalagi kita yang seorang muslim, agama yang jelas, datangnya dari allah swt, dalam sebuah hadits rasulollah saw, bersabda : jika manusia yang tidak memiliki ukhwah maka diibaratkan seperti rumah tanpa pondasi, maka dari itu untuk menjaga ukhwah kita harus sering bersilaturahim, supaya menjaga ukhwah kita. wallahualam.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sewaktu-waktu, Saya menjadi ketua kelas, di kelas 1 SMA yang baru masuk ini,entah mengapa teman-teman saya memilih saya apalagi yang akhwat nya selalu membuat kebisingan di telinga saya, mau tidak mau saya harus mau, karena wali kelas juga menyetujuinya, apa gambaran anda tentang ketua kelas, pasti yang paling membebani ialah TANGGUNG JAWAB, apalagi tanggung jawab seorang muslim harus di tepati. pada waktu yang tak ditentukan Allah mengujiku dengan berbagai banyak tantangan yang harus diselasaikan, teman-teman ku selalu membuat kegaduhan yang putranya, klo perempuanya mah berisik hahaha, teman-teman ku yang laki-laki selalu bercanda, menghina sesama teman, dsb, mereka semua padahal tahu bahwa tidak baik menghina sesama saudara muslim, tapi mereka tidak peduli dengan itu, saya sebagai ketua kelas selalu menasehati, dan memberi peringatan kepada mereka, ya tapi pada ngedumel sih, masuk kuping kanan keluar kuping kiri, itu mah mending ini mah kupingnya udah error jadi gk bisa masuk sama sekali dan bunyi nya wuoongg, wuongg, teman -teman ku selalu menyuruh ku untuk melakukan sesuatu, contohnya menghapus tulisan di papan tulis atau mengambil spidol di kantor, dan memanggil guru yang belum datang di pelajaranya, itu semua memang capek, capek sekali, tapi demi kalian apa sih yang nggak, demi marhalah maju juga sih, semua itu harus aku lalui walaupun pahit dan aku selalu berikhtiar kepada allah dan sabar, sudah 2 minggu aku memikul beban berat menjadi ketua kelas, dan pada akhirnya wali kelas ku, yang kebetulan pas pelajaran beliau, aku di suruh oleh teman-teman ku untuk mengambil spidol yang sudah habis tintanya, aku mengiakan permintaan mereka aku bergegas untuk bangkit dari tempat duduk ku, tapi wali kelas ku melarang dan berkata, "ketua kelas mulu yang ngambil spidol, atau apalah, di mana rasaempati kalian malahan nyuruh ketua kelas mulu". salah seorang teman ku ada yang berkata "ustadzah, dia itu bukan ketua kelas tapi dia itu babu". astaghfirullah haladzim, aku langsung terdiam dan tidak melangkah keluar, malahan aku merasakan sakit yang amat perih, tetapi aku teringat rasulollah saw, beliau selalu dihina, dilempari kotoran hewan dsb, tetapi beliau tetap sabar, dan tidak pernah mengeluh. dan pada akhirnya wali kelas ku pun berkata "oke sekarang ustadzah akan mengganti ketua kelas, kasihan adli di suruh-suruh melulu". di hari itu juga pemilihan ketua kelas baru, dan yang terpilih adalaha teman saya yang sering menghina saya, dia pun tidak percaya dengan hasil yang ada, setelah itu saya bersyukur kepada allah karena doa saya terkabulkan, saya selalu berdoa diwaktu yang di ijabahkan yaitu pada, bainal adzan wal iqomah, diantara waktu komat, saya selalu mengadu kepada allah bahwasanya saya tidak kuat menjadi ketua kelas, dan saya selalu sabar dengan apa yang ada di dalam kehidupan saya, karena saya percaya bahwa orang yang sabar maka ia akan beruntung, MAN SHOBARRO ZHOFIRO, barang siapa yang sabar maka beruntunglah ia, dan di ayat al qur'an juga disebutkan iaitu, INNALLAHA MAA SHOBIRRIN, sesungguhnya allah bersama orang-orang yang sabar, dan allah mencintai orang-orang yang sabar, Waallahu allam bi suwab.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • Desember 2016 (1)
  • April 2016 (2)
  • September 2015 (3)
  • Agustus 2011 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates