Jadilah Manusia Yang Sabar.
Sewaktu-waktu, Saya menjadi ketua kelas, di kelas 1 SMA yang baru masuk ini,entah mengapa teman-teman saya memilih saya apalagi yang akhwat nya selalu membuat kebisingan di telinga saya, mau tidak mau saya harus mau, karena wali kelas juga menyetujuinya, apa gambaran anda tentang ketua kelas, pasti yang paling membebani ialah TANGGUNG JAWAB, apalagi tanggung jawab seorang muslim harus di tepati. pada waktu yang tak ditentukan Allah mengujiku dengan berbagai banyak tantangan yang harus diselasaikan, teman-teman ku selalu membuat kegaduhan yang putranya, klo perempuanya mah berisik hahaha, teman-teman ku yang laki-laki selalu bercanda, menghina sesama teman, dsb, mereka semua padahal tahu bahwa tidak baik menghina sesama saudara muslim, tapi mereka tidak peduli dengan itu, saya sebagai ketua kelas selalu menasehati, dan memberi peringatan kepada mereka, ya tapi pada ngedumel sih, masuk kuping kanan keluar kuping kiri, itu mah mending ini mah kupingnya udah error jadi gk bisa masuk sama sekali dan bunyi nya wuoongg, wuongg, teman -teman ku selalu menyuruh ku untuk melakukan sesuatu, contohnya menghapus tulisan di papan tulis atau mengambil spidol di kantor, dan memanggil guru yang belum datang di pelajaranya, itu semua memang capek, capek sekali, tapi demi kalian apa sih yang nggak, demi marhalah maju juga sih, semua itu harus aku lalui walaupun pahit dan aku selalu berikhtiar kepada allah dan sabar, sudah 2 minggu aku memikul beban berat menjadi ketua kelas, dan pada akhirnya wali kelas ku, yang kebetulan pas pelajaran beliau, aku di suruh oleh teman-teman ku untuk mengambil spidol yang sudah habis tintanya, aku mengiakan permintaan mereka aku bergegas untuk bangkit dari tempat duduk ku, tapi wali kelas ku melarang dan berkata, "ketua kelas mulu yang ngambil spidol, atau apalah, di mana rasaempati kalian malahan nyuruh ketua kelas mulu". salah seorang teman ku ada yang berkata "ustadzah, dia itu bukan ketua kelas tapi dia itu babu". astaghfirullah haladzim, aku langsung terdiam dan tidak melangkah keluar, malahan aku merasakan sakit yang amat perih, tetapi aku teringat rasulollah saw, beliau selalu dihina, dilempari kotoran hewan dsb, tetapi beliau tetap sabar, dan tidak pernah mengeluh. dan pada akhirnya wali kelas ku pun berkata "oke sekarang ustadzah akan mengganti ketua kelas, kasihan adli di suruh-suruh melulu". di hari itu juga pemilihan ketua kelas baru, dan yang terpilih adalaha teman saya yang sering menghina saya, dia pun tidak percaya dengan hasil yang ada, setelah itu saya bersyukur kepada allah karena doa saya terkabulkan, saya selalu berdoa diwaktu yang di ijabahkan yaitu pada, bainal adzan wal iqomah, diantara waktu komat, saya selalu mengadu kepada allah bahwasanya saya tidak kuat menjadi ketua kelas, dan saya selalu sabar dengan apa yang ada di dalam kehidupan saya, karena saya percaya bahwa orang yang sabar maka ia akan beruntung, MAN SHOBARRO ZHOFIRO, barang siapa yang sabar maka beruntunglah ia, dan di ayat al qur'an juga disebutkan iaitu, INNALLAHA MAA SHOBIRRIN, sesungguhnya allah bersama orang-orang yang sabar, dan allah mencintai orang-orang yang sabar, Waallahu allam bi suwab.

0 komentar