Contoh Skenario tentang Curang
Pada
suatu sore di lapangan belakang sekolah ada sebuah pertandingan Futsal yang
sangat sengit, ini adalah pertandingan final makanya ini pertandingan yang
sangat sengit, ada 2 kelompok, kelompok pertama bernama Scoser United,
anggotanya ialah Damar, Kosim, Jaya,
Retno, dan Maul, sedangkan kelompok yang kedua bernama Singa Fc anggotanya
ialah Ucup, Bani, Zen, Kay dan Wan. Kedua tim tersebut bermain sangat sengit, hingga
paruh babak pertama usai, skor masih imbang 1-1, gol pertama di cetak oleh Jaya
yang berada di tim Scoser United, dan sebaliknya gol bunuh diri pun terjadi di
menit-menit akhir babak pertama, umpan trobosan dari Zen terkena bagian
punggung Retno, bola pun terpental ke arah gawang yang tidak bisa di tepis oleh
Maul dan akhirnya goll bunuh diri pun terjadi. Di saat waktu istirahat yang
tersisa kedua tim merencanakan strategi untuk membobol gawang lawan, Damar
mempunyai niat jahat untuk bermain curang dan di sinilah awal mulanya.
Damar : “hei teman-teman, seni lebih mendekat, gw
punya rencana nih”
(Kosim,
Jaya, Retno dan Maul yang dari tadi bercanda pun menghampiri Damar dengan sikap
sigapnya)
Jaya
: “ada apa Mar, tumben lo punya
rencana, hahaha”
Retno
: “tau nih ada ape mar”
Damar : “yaelah, gw gini-gini manusia juga kalee,
masa iya nggk punya rencana”
Maul : “yehh lo laper amat mar”
R,J&D : “BAPER KALI!!”
Maul :
“Lahhh apalah itu”
Damar : “Oke sekarang gw serius, gw punya rencana
nih”
Jaya : “Yaudah apaan mar”
Damar : “jadi gini gimana kalo kita main kasar aja”
Jaya : “wahhh bisa di coba tuhh mar, lagi pula
kaki gw juga gatel pen nendang pala orang wkwk”
Maul : “yehhh lo mending berani jay ama si Bani,
paling d pelototin juga kabur hahaha”
Jaya : “songong amat lo ul”
Damar : “ehhh udah-udah, lo malah pada berantem,
gmana nih jadinya pada setuju nggk?”
Retno : “gw nggk ahh, itu kan perbuatan yang
curang”
Jaya : “sok imah lo No, kite kejebolan juga
gara-gara lo bunuh diri”
Maul : “tau nih Retno”
Jaya : “lo juga jadi kiper gk becuss”
(Maul
geram dengan perkataan Jaya namun Damar masih bisa menahan mereka)
Damar : “sudah lah mending kita coba aja dulu cara
itu, kalo pun ketauan wasit, kita sogok aja mereka, setuju nggk kalian?”
J&M : “SETUJU”
Damar : “No lo setuju nggk, kalo nggk gw bakal cari
pengganti lo nih?”
(setelah
berpikir panjang akhirnya Retno mengangguk juga, Damar pun pergi menuju tempat
istirahat wasit, setelah berbincang lama Damar pun kembali ketempat
teman-temannya berada)
Pertandingan
babak kedua pun dimulai, bola di oper oleh damar kepada Jaya, jaya pun menuju
Retno, dan Retno memberi umpan kepada Damar dan di shooting langsung dan ohhh
sayang sekali tendangan nya pun melenceng, Wan memberi umpan kepada Zen, ada
Jaya disana, ohhh rupanya Jaya mendorong Zen dengan keras sampai-sampai Zen
terjatuh.
Zen : “Apa-apaan tuh, woiii curang banget lo”
Jaya : “lo yang apa-apaan, gw nggk ngapa-ngapain
juga”
(Zen
pun berdiri sambil menghadap Jaya, wasit pun datang dan memberi kartu kuning
kepada Zen, Zen pun tidak terima dan bahkan mengancam wasit)
Zen : “sit, ko saya bisa kartu kuning sih”
Wasit : “kamu tadi mengancam Jaya”
Zen : “sit, dia duluan yang ngedorong saya”
(Bani
pun datang menghampiri Zen)
Bani : “udahlah Zen, keputusan ada di tangan
wasit, nanti kalo kamu marah-marah bisa kartu merah lho
(Zen
mengangguk dan melanjutkan permainan)
Setelah
perdebatan kecil tadi, Damar menendang bola yang mengarah ke arah Kay, Kay yang
belum siap menahan bola pun terjatuh karena bola itu mengenai wajah Kay, Bani
pun mengangkat tangan karena itu adalah sebuah pelanggaran yang sangat
berbahaya, namun wasit mengangkat bahu dengan alasan itu adalah pelanggaran
yang tidak disengaja, Bani menghampiri Kay.
Bani : “kamu tidak apa-apa Kay?”
(Kay
yang masih memegangi wajahnya pun langsung membuka, setelah mendengar suara
Bani)
Kay : “nggak apa-apa gimana Bani gw di gebok
begitu nggk terima gw”
(Kay
lari menuju Damar, dan mendorong Damar sampai tersungkur jatuh, lalu wasit pun
demikian, berlari ke arah Kay dan memberi kartu merah, Zen, Bani dan Wan
berlari menghampiri wasit dengan perasaan kesal dan tidak terima.)
Zen : “hei sit apa-apaan tuh kartu merah, dia
duluan yang curang”
Wan : “Sit lo di bayar berapa sih ama mereka”
(Wasit
pun geram dengan perkataan Wan, Wan pun diberikan kartu merah oleh wasit, Wan
tidak terima dan makin geram, akhirnya Wan memutuskan untuk mengajak pergi
teman-temannya, Bani sebagai kapten pun setuju dan tim Singa Fc pun pergi
meninggalkan lapangan)
Setelah
pertandingan itu, tim singa fc di diskualifikasi karena mereka pergi sebelum
pertandingan usai, akhirnya tim Scoser united pun yang juara. Setelah beberapa
saat, Ketua penyelenggara lomba futsal pun mencari tahu, mengapa tim Singa Fc
pergi sebelum pertandingan usai, sedikit demi sedikit informasi pun sudah
diketahui oleh Ketua penyelenggara, dan ketua penyelenggara juga sudah melihat
reka ulang jalannya pertandingan, akhirnya Kemenangan Scoser United di anulir
dan diberi sanksi karena mereka bermain curang, Wasit pun juga diberi sanksi
oleh ketua penyelenggara, Ketua penyelenggara sudah mengetahui otak di balik
itu semua, tim Scoser United Menyogok wasit secara diam-diam, oleh karena itu
wasit memberi kebebasan kepada tim scoser united tersebut.
Pemenangnya
pun di terima oleh singa fc karena mereka sudah bermain dengan jujur, dan
sportivitas.
NB : “Kecurangan adalah perbuatan yang sia-sia,
karena itu bukan hasil dari diri kita sendiri melainkan menjadi beban untuk
orang lain.” “Curang adalah perbuatan syaithon yang tidak pantas kita ikuti.”
THE END

0 komentar