Contoh Skenario tentang Curang

by - 07.15

Pada suatu sore di lapangan belakang sekolah ada sebuah pertandingan Futsal yang sangat sengit, ini adalah pertandingan final makanya ini pertandingan yang sangat sengit, ada 2 kelompok, kelompok pertama bernama Scoser United, anggotanya  ialah Damar, Kosim, Jaya, Retno, dan Maul, sedangkan kelompok yang kedua bernama Singa Fc anggotanya ialah Ucup, Bani, Zen, Kay dan Wan. Kedua tim tersebut bermain sangat sengit, hingga paruh babak pertama usai, skor masih imbang 1-1, gol pertama di cetak oleh Jaya yang berada di tim Scoser United, dan sebaliknya gol bunuh diri pun terjadi di menit-menit akhir babak pertama, umpan trobosan dari Zen terkena bagian punggung Retno, bola pun terpental ke arah gawang yang tidak bisa di tepis oleh Maul dan akhirnya goll bunuh diri pun terjadi. Di saat waktu istirahat yang tersisa kedua tim merencanakan strategi untuk membobol gawang lawan, Damar mempunyai niat jahat untuk bermain curang dan di sinilah awal mulanya.
Damar  : “hei teman-teman, seni lebih mendekat, gw punya rencana nih”
(Kosim, Jaya, Retno dan Maul yang dari tadi bercanda pun menghampiri Damar dengan sikap sigapnya)
Jaya     : “ada apa Mar, tumben lo punya rencana, hahaha”
Retno   : “tau nih ada ape mar”
Damar  : “yaelah, gw gini-gini manusia juga kalee, masa iya nggk punya rencana”
Maul    : “yehh lo laper amat mar”
R,J&D : “BAPER KALI!!”
Maul    :  “Lahhh apalah itu”
Damar  : “Oke sekarang gw serius, gw punya rencana nih”
Jaya     : “Yaudah apaan mar”
Damar  : “jadi gini gimana kalo kita main kasar aja”
Jaya     : “wahhh bisa di coba tuhh mar, lagi pula kaki gw juga gatel pen nendang pala orang wkwk”
Maul    : “yehhh lo mending berani jay ama si Bani, paling d pelototin juga kabur hahaha”
Jaya     : “songong amat lo ul”
Damar  : “ehhh udah-udah, lo malah pada berantem, gmana nih jadinya pada setuju nggk?”
Retno   : “gw nggk ahh, itu kan perbuatan yang curang”
Jaya     : “sok imah lo No, kite kejebolan juga gara-gara lo bunuh diri”
Maul    : “tau nih Retno”
Jaya     : “lo juga jadi kiper gk becuss”
(Maul geram dengan perkataan Jaya namun Damar masih bisa menahan mereka)
Damar  : “sudah lah mending kita coba aja dulu cara itu, kalo pun ketauan wasit, kita sogok aja mereka, setuju nggk kalian?”
J&M    : “SETUJU”
Damar  : “No lo setuju nggk, kalo nggk gw bakal cari pengganti lo nih?”
(setelah berpikir panjang akhirnya Retno mengangguk juga, Damar pun pergi menuju tempat istirahat wasit, setelah berbincang lama Damar pun kembali ketempat teman-temannya berada)
Pertandingan babak kedua pun dimulai, bola di oper oleh damar kepada Jaya, jaya pun menuju Retno, dan Retno memberi umpan kepada Damar dan di shooting langsung dan ohhh sayang sekali tendangan nya pun melenceng, Wan memberi umpan kepada Zen, ada Jaya disana, ohhh rupanya Jaya mendorong Zen dengan keras sampai-sampai Zen terjatuh.
Zen      : “Apa-apaan tuh, woiii curang banget lo”
Jaya     : “lo yang apa-apaan, gw nggk ngapa-ngapain juga”
(Zen pun berdiri sambil menghadap Jaya, wasit pun datang dan memberi kartu kuning kepada Zen, Zen pun tidak terima dan bahkan mengancam wasit)
Zen      : “sit, ko saya bisa kartu kuning sih”
Wasit   : “kamu tadi mengancam Jaya”
Zen      : “sit, dia duluan yang ngedorong saya”
(Bani pun datang menghampiri Zen)
Bani     : “udahlah Zen, keputusan ada di tangan wasit, nanti kalo kamu marah-marah bisa kartu merah lho
(Zen mengangguk dan melanjutkan permainan)
Setelah perdebatan kecil tadi, Damar menendang bola yang mengarah ke arah Kay, Kay yang belum siap menahan bola pun terjatuh karena bola itu mengenai wajah Kay, Bani pun mengangkat tangan karena itu adalah sebuah pelanggaran yang sangat berbahaya, namun wasit mengangkat bahu dengan alasan itu adalah pelanggaran yang tidak disengaja, Bani menghampiri Kay.
Bani     : “kamu tidak apa-apa Kay?”
(Kay yang masih memegangi wajahnya pun langsung membuka, setelah mendengar suara Bani)
Kay      : “nggak apa-apa gimana Bani gw di gebok begitu nggk terima gw”
(Kay lari menuju Damar, dan mendorong Damar sampai tersungkur jatuh, lalu wasit pun demikian, berlari ke arah Kay dan memberi kartu merah, Zen, Bani dan Wan berlari menghampiri wasit dengan perasaan kesal dan tidak terima.)
Zen      : “hei sit apa-apaan tuh kartu merah, dia duluan yang curang”
Wan     : “Sit lo di bayar berapa sih ama mereka”
(Wasit pun geram dengan perkataan Wan, Wan pun diberikan kartu merah oleh wasit, Wan tidak terima dan makin geram, akhirnya Wan memutuskan untuk mengajak pergi teman-temannya, Bani sebagai kapten pun setuju dan tim Singa Fc pun pergi meninggalkan lapangan)
Setelah pertandingan itu, tim singa fc di diskualifikasi karena mereka pergi sebelum pertandingan usai, akhirnya tim Scoser united pun yang juara. Setelah beberapa saat, Ketua penyelenggara lomba futsal pun mencari tahu, mengapa tim Singa Fc pergi sebelum pertandingan usai, sedikit demi sedikit informasi pun sudah diketahui oleh Ketua penyelenggara, dan ketua penyelenggara juga sudah melihat reka ulang jalannya pertandingan, akhirnya Kemenangan Scoser United di anulir dan diberi sanksi karena mereka bermain curang, Wasit pun juga diberi sanksi oleh ketua penyelenggara, Ketua penyelenggara sudah mengetahui otak di balik itu semua, tim Scoser United Menyogok wasit secara diam-diam, oleh karena itu wasit memberi kebebasan kepada tim scoser united tersebut.
Pemenangnya pun di terima oleh singa fc karena mereka sudah bermain dengan jujur, dan sportivitas.


NB       : “Kecurangan adalah perbuatan yang sia-sia, karena itu bukan hasil dari diri kita sendiri melainkan menjadi beban untuk orang lain.” “Curang adalah perbuatan syaithon yang tidak pantas kita ikuti.”

THE END




You May Also Like

0 komentar